Tanggal 12 Mei kemarin aku pulang kampuang! heheheh seneng bgt , walupun gak jarang jarang amat pulang kampuang tapi entah kenapa tiap kali aku pulang tu krasa seneng bgt, ya secara kampung halaman ku gt loh , tempat lahirku tanah airku , weleh weleh koq dadi nggambus.
Nie postingan pertamaku tentang kampung halamanku , mungkin gak banyak yang tau kampung halamanku ,kampung halamanku namanya slawi. Slawi tu adalah ibukota dari Kab.Tegal yang sering dikumandangkan sebagai jepangnya indonesia. Tapi aku gak mo bahas masalah istilah jepangnya indonesia itu.
Sebelah timur desaku ada desa yang bernama desa Pangkah , letaknya sekitar 7 Km dari rumahku. Disana terdapat pabrik gula peninggalan wong londo jaman dahulu namanya PG Pangka . Setiap tahun sekali ada pasar malam disekitar PG tersebut, ada undar ( komedi putar ) ada tong setan dan banyak hiburan rakyat sejenisnya biasanya masyarakat sekitar menyebutnya dengan “metikan” yang diambil dati kata petik , yaitu musim panen dan petik tebu, pasar malam itu adalah sebagai wujud syukuran para masyarakat karena diberi hasil panen yang melimpah.
Ternyata ada ritual kebudayaan menarik yang mengiringi metikan tersebut, karena setelah metikan berakhir ( yaitu sekitar 2 mingguan ) tibalah saat untuk memulai proses penggilingan tebu tersebut, nah ritualnya adalah tebu pertama yang akan digiling akan dijadikan penganten tebu. Tebu tersebut akan diarak dari tempat metik kedalam Pabrik.
Sayangnya aku ketingalan ritual saat mengarak penganten tebu tersebut ke dalam pabrik ,katanya seh memakai kereta tebu . Terus sesudah itu manten itu di taruh diatas mesin giling tepat sbelum masuk ke penggilingan , oh iya manten tebu itu diwujudkan memakai boneka yang dihiasi layaknya penganten , dan ada namanya lho… namanya Moch. Jaedun dengan Siti Khasanah, hehe dapet dari mana ya nama itu..?
Moch Jaedun dan Siti Khasanah
Close Up
Konon katanya tradisi ini sudah turun temurun dilakukan dari dulu kala PG ini dibangun, tebu itu akan diselamati terlebih dahulu secara meriah sebelum digiling untuk yang pertama kalinya.
Saat manten tebu itu para pejabat jga hadir disana loh , ada perwakilan Bupati , Kapolres , Dandim , Kepala Puskesmas Pangkah ( dr Bimo Bayuadji ) dan pejabat yang lain.
Daripada menunggu ceramah para pejabat tersebut aku melihat liat ke dalam pabrik tebu tersebut , dalam keseharianya PG tersebut tidak boleh dimasuki oleh orang umum karena mesin mesinnya besar besar bo! banyak kecelakaan pegawai disana.
mesinya aja segede gitu gmana kalo kegilas ya?? hii
ckckckc liat mesin uap di belakangku , jaman gitu wong londo dah bikin gituan yak ( jaman itu kita masih pake mak lampir wakakak)
Setelah itu aku melihat ke luar PG yaitu di belakang PG tersebut ada lokomotif tua yg antiq banget!juga rel kereta api yang asik bgt buat foto foto . yah itulah sekelimit cerita dari tradisi adat masyarakat pangkah dan pabrik tebu peninggalan wong londo.






6 comments so far
Leave a reply