1
Sep

Jalan ke Guci payah, kemana Pemerintah?!?

   Posted by: traju   in Berita, Opini

Dua hari kemarin aku barusaja mudik ke rumah, tragis memang, aku harus melewati jalan rusak itu berkali-kali, padahal aku biasanya mudik kerumah setiap sebulan sekali atau dua bulan sekali. Longsornya jalan menuju ke arah Guci, kecamatan Bumijawa dan kecamatan Bojong di sekitar Kalibakung-jembatan kali Gung sudah terjadi sejak awal Februari lalu. Kejadian tanah longsor , jalan ambrol dan jembatan putus memang sudah sering terjadi di daerah itu. Tetapi berbeda dengan kejadian-kejadian sebelumnya bila bencana itu terjadi, biasanya pemerintah dengan cepat merespon dan memperbaiki sarana yang rusak itu, tapi kali ini sungguh sangat berbeda, jalan yang rusak parah dan ambrol itu lama didiamkan dan cuman di timbun dengan sirtu (pasir batu) yang bersifat sementara dan terlihat asal urug saja.

post1.jpg

Bayangkan dari awal februari, sampe sekarang awal september (sekitar 7 bulan), transportasi dari dan menuju kecamatan Bojong, kecamatan Bumijawa dan Guci terganggu, berapa banyak kerugian yang harus ditanggung?!?. Bila dibandingkan dengan dana yang harus ditanggung pemerintah untuk memperbaiki sarana itu, mungkin sudah sebanding dengan kerugian yang diderita masyarakat karena rusaknya sarana tranportasi yang tidak kunjung diperbaiki itu. Seperti yang aku alami sendiri, sudah beberapa kali aku mudik karena aku harus mengadu nasib di semarang dan ketika aku pulang harus menemui jalan rusak itu lagi, sampe kapan motorku harus bergerilya dijalan yang ngga sepantesnya jalan menuju OW sekelas Guci?? Kenapa ngga cepet-cepet diperbaiki saja, biar kerugian masyarakat ngga terus bertambah, ngga tau atas pertimbangan apa sehingga pemerintah lambat untuk menyelesaikan masalah itu. Apakah maslah dana??!kalo iya, untuk apa pajak yang harus disetor tiap tahun, kemana pendapatan wisata Guci yang katanya terbersar di kabupaten Tegal untuk bidang wisata, kemana PAD (pendapatan asli daerah) lainnya??. Masa kabupaten Tegal yang besar ini dan kemarin baru merayakan ultahnyayang ke 406, ngga mampu memperbaiki kerusakan itu?! Padahal jalan itu merupakan jalan tercepat satu-satunya menuju wilayah kabupaten tegal di kaki Gunung Slamet itu dari Tegal, dan pariwisata ke Guci akan sangat terganggu bila jalan itu nga segera diperbaiki, serta biaya transportasi yang membumbung harus ditanggung masyarakat dari dan ke Bojong dan Bumijawa.

post2.jpg

Mungkin pemerintah perlu mengingat dan melaksanakan ajaran guru SD kita, yang mengajarkan bahwa bencana longsor, tanah ambrol dan banjir dapat dicegah dengan mengadakan reboisasi. Ketika pemerintah harus berulangkali melakukan pekerjaan yang sama untuk memperbaiki jalan itu karena longsor, kenapa ngga kepikiran untuk menceganya saja agar longsor itu tidak terjadi. Solusi kongkritnya sih pemerintah mewajibkan masyarakat pemilik lahan lahan di sekitar situ untuk menanam pohon sebagai sarana reboisasi, atau kalo itu dirasa berat oleh pemilik lahan, pemerintah bisa membeli lahan di sekitar jalan yang biasa longsor itu untuk kemudian dilakukan reboisasi.

Monggo warga Tegal beropini disini…

This entry was posted on Saturday, September 1st, 2007 at 1:17 am and is filed under Berita, Opini. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.

23 comments so far

 1 

Pemerintah memang tidak bisa bergerak cepat .
bagi warga di dua kecamatan , pemerintah seperti tidak mempedulikan mereka.
Apalagi ini jalan yang merupakan akses ke objek wisata andalan di kabupaten tegal. pigimane ?

September 1st, 2007 at 6:11 am
 2 

makane ju , biz sardjana kimia nanti nt aja merantau ke negri orang , balik neng traju n gawe traju lebih sejahtera , rebut kembali ampuk kepemimpinan.

jos bus aja bisa masak kmu enggak!

September 1st, 2007 at 7:47 am
 3 

oalah….gimana sih pemda kab. tegal ini…? kan bentar lagi lebaran pasti akan lebih byk lagi orang ke guci, klo jalannya rusak parah gimana jadinya…?

padahal mudik lebaran nanti aku pengin ke guci loh… dah 10 thn ga kesana.

September 3rd, 2007 at 3:56 am
 4 

Setelah merantau keluar dari Tegal, aku baru menyadari bahwa setiap kali pulang, tidak ada sebuah perkembangan berarti disana. Itu yang membuat generasi muda-nya lebih suka pergi ke kota besar, apalagi selesai kuliah. Seharusnya pemerintah menggalakan industri berbasis sumber daya alam yang ada dan bisa merekrut tenaga kerja tingkat menengah (lulusan SMP atau SMA). Bukannya membangun mall yang membuat masyarakat semakin konsumtif.

Mungkin para “penjaga waroeng Tegal” ini nih, bakal jadi pioneer untuk membangun Tegal. Mencari ide industri apa yang bisa dibangun, bagaimana pemasarannya, mencari partner, investor, dll. Kalau mengharapkan pemerintah kelamaan.

Maap ya, jadi panjang deh…. :)

September 3rd, 2007 at 8:30 am
 5 

waduh… judulnya ngeri….
pengen comment banyak sih, tp enakan buat debat aja kali yha..

tapi aku punya sedikit solusi :

pertama, klo udah bayar pajak, udah punya npwp? *ntar ditanyain mertua lho… apa kata dunia??*
tagih aja, orang gunung udah taat bayar pajak tepat waktu, mana rewardnya???

kedua, pajak kan pendapatan utama, itu dipake buat membiayai semua kebutuhan rakyat se-kabupaten, mungkin pemkab punya prioritas lain *positive thinking, man…*

ketiga, kan pak bupati jauh2 hari udah ngelus2 jalan dimana2, bolong dikit, panggil orang PU, sekompi dateng, gak sampe seminggu, jalan mulus lagi.
Tinggal telpon pak agus, bilang aja, sedikit ngancam sih, jalanan ke guci jelek, benerin ato orang dua kecamatan itu gak ada yg bakalan milih dia lg jadi bupati periode depan. Jalan kan memuluskan kampanye…

kelima, bukannya pak bupati jg ada acara “tilik desa”? yg nginep di desa2 gitu, trus ngecek kemajuan desa2 gitu? undang aja ke gunung, rasain tuh sensasi nglewatin jalan buluk

keenam, jauh2 hari pilih wakil rakyat yg bs bener2 mewakili hati nurani rakyat, baik yg di gunung, apa yg di pesisir, di mana aja. Jgn milih yg cmn OOT *omong2 tok*

ketujuh, ahhh udahlah… capek… laen waktu aja klo aku udah gak sakit…

September 3rd, 2007 at 9:58 am
saprudin
 6 

Giline sing pan ning pada rusak ya.
Toli kepriben…. Bupatine maring endi bae…
Guci sing termasuk daerah potensi wisata sing apik bae dalane ora kepiara. Apa maning dalan liane.

September 11th, 2007 at 8:24 am
 7 

mudik lebaran terancam dalane durung didandani kyehhh, pimen kiyee??

September 12th, 2007 at 7:19 am
 8 

solusi ketujuh, bedol desa rak wis, jgn tinggal di gunung lagi, di belakang rumahku ada tanah kavling masih ada beberapa yg kosong lho, mau??

September 20th, 2007 at 5:42 am
 9 

@ari sungkan , enakan urip ning gunung . hawane suegere porrr

September 21st, 2007 at 9:14 pm
rifan z
 10 

Memang memprihatinkan!!! Saya kebetulan orang Bojong, kalo pas pulang kampung pasti lewat jalan itu. Saya sempat menanyakan pada beberapa orang disana dan juga mantan anggota DPRD Kab. Tegal. Saya prihatin dengan jawaban yang muncul…yang pertimbangannya adalah politis, “Kita gak bisa bergerak cepat, karena harus melalui tender ini itu..kalau nggak kita nanti kena di KPK dituduh korupsi!” Alasannya kelihatannya logis, tapi sebenarnya gak logis sama sekali karena menunjukkan pemerintah tidak cerdas mensikapi perubahan. Mekanisme kontrol kan tidak berarti menyebabkan keterlambatan yang berlarut-larut begini. Nampak sekali, pemerintah kurang berhitungan mengenai cost benefit secara ekonomi, tapi cost benefit politik dan kekuasaan saja. Demikianlah adanya. Weleh..weleh..weleh..

October 4th, 2007 at 11:53 am
 11 

aku pikir KPK jg gak mungkin mengada2 tuduhan, klo emang perhitungannya nyata, logis, dan bisa dipertanggungjawabkan, mesti jauh dr dugaan korupsi. klo blm2 udah bilang gitu, sm aja bilang “ssstttt, ntar kita ketauan klo aspalnya udah masuk pundi2 kita!!!”. klo jujur kenapa mesti takut???

menurutku, klo keadaannya gitu mereka bukan kurang berhitung, tp tidak memperhitungkan cost, hanya benefit saja. gak modal tp mau klo dapet duitnya.

klo mekanisme tender emang kan ada. program pemerintah, pelaksananya biasanya pihak swasta, tp hanya pelaksana, pertanggungjawaban ke masyarakat kan ttp di tangan pemerintah, makanya pemerintah juga harus pinter2 milih partner proyek, bukan partner yg bisa dimintai aspal buat disulap jd duit, tp partner yg bertanggungjawab dgn pekerjaannya.

October 4th, 2007 at 2:15 pm
buthex
 12 

maaf, aku ra ngerti wis rong taun luwih durung balik ning tegal

November 21st, 2007 at 10:36 pm
indah
 13 

bikin penasaran liat foto2nya,mksdnya pengen kesana,,msk asli wong tegal tp aku blm pernah ke guci lho…hiiiiii…cos dr kuliah smp kerja sekarang dijakarta,sebenarnya sih bukan alasan tp pengen kesanaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa

January 2nd, 2008 at 11:03 am
afif
 14 

iku jalanningendi mas,nyong wong kec bojong lohhhh

January 3rd, 2008 at 12:22 pm
didit cah bumijawa
 15 

assalamualaikum…..

halo sekabehane penghuni waroeng tegal…..

nyong olih nimbrung setitik ora….

gemiyen nyong skul ning SMANSABO angkatan 04, trus lulus taun 2007….

saiki nyong kuliah ning UNDIP SEMARANG……

priben kabare tegal??????

pa eging ngangeni lan mbetahi????????????

hwakakakakakakakak…..

lam knal dari cah BUMIJAWA CITY…..

March 15th, 2008 at 1:36 pm
 16 

wah no comment dah…

April 1st, 2008 at 10:05 am
ZAIK
 17 

yah bener dalan sing pan ning guci payah terus carcis manjinge sering kebobolan jarene batire dadine ra sa bayar tolong di apiki mengko sapa bae bupati sing pan dadi yan bisa memparbaiki nya aku tak coblos

April 5th, 2008 at 2:42 pm
ZAIK
 18 

mas tolongngo mas di apiki yen ra bisa mendingan mati oya btw anyway busway lagi beolya mas wis cewok durung mana udan dalane becek laka ojek sikile lecek ketibanan cecek kesel deh

April 5th, 2008 at 2:52 pm
sahrul
 19 

“memang benar pendapat kalian semua, mungkin juga memang belum saatnya kota tegal menjadi kota yang maju dan modern (teladan). atau mungkin emang belum saatnya. Akan tetapi kemajuan itu emang harus dibangun, baik dari SDM maupun dari sumber perekonomianya. Ya…ditangan kalianlah para pemuda dan pemudi yang berfikiran dan berwawasan luas, seyogyanya ikut berpartisipasi dalam hal membangun SDM-nya. kalo bukan kita2 orang tegal lalu siapa lagi, jangan cuma berdebat dan saling bercoment aja coba dong tunjukan Gigi lo…..semua bro!!! (mang gue singa?). Tapi semua yang ada wajib kita mensyukurinya, mudah2an dengan begitu Allah bakal memberikan pemikiran yang sadar kepada para orang PEMDA tegal (waduh bahasanya bro..kurang nyeled). Ok..gitu aja, thank u semua…..

May 1st, 2008 at 2:04 am
wawan cah zaprant
 20 

guciiiii……ya

yen ngomongin GUci nyonk gadi kelingan gemiyen waktu esih sekolah neng KARBAk
yen bolos sekolah pasti maring guci truzz maring guci ne ndayak maning hUAHUAHUAhuHAU

biasa yen wes anjog paling adus
truzz manjat gunung
yen ana bodin bedol bae lah
engko bakare neng nduwurr
haihauhUHAuihAUh

yen wes wareg balikkk paling anjog umah magrib

lam knal cah brebes kabeh

May 30th, 2008 at 11:57 pm
 21 

Pemerintah memang ora becus ngurus!!!
wong dalanan sing gede bae pada ancur,apamaning sing cilik. Kudune emang di revolusi bae apa yahh…,
mengko aku di cap sing ora-ora ngomong revolusi.
tapi di tunggoni kosih saiki ora ana kemajuanne.
padahal kayak aku sing urip neng rantau ora setahun sepisan balik neng tegal. sekaline balik dalanan pada ancur. Lebaran tahun kiye aku niate balik, karena aku wis 6 tahun ora balik neng tegal. Bapak Bupati kye..dalanan tanggung jawabe sampeyan!

September 5th, 2008 at 9:21 am
paradipta
 22 

woii………..
alumni smp tuwel th.2002/2003, pada ngumpul esuk bada!!!!!!

September 5th, 2008 at 4:11 pm
krida kamling forever
 23 

Keluarga besar Saka Bhayangkara Polres Tegal mengucapkan,selamat menunaikan ibadah puasa, semoga amal ibadah yang kita lakukan dapat diterima dan diridoi Allah SWT.

September 5th, 2008 at 4:16 pm

Leave a reply

Name (*)
Mail (will not be published) (*)
URI
Comment