Archive for the ‘Bangunan dan Fasilitas Kota’ Category

August 25, 2009
Filed Under (Bangunan dan Fasilitas Kota, Berita) by arop

Bagi orang indonesia yang karena berbagai sebab harus merantau, mudik pada waktu lebaran adalah suatu kewajiban setiap tahun sekali. Hal ini juga berlaku bagi masyarakat Tegal yang merantau. Berbagai cara dilakukan yang penting bisa mudik dan lebaran di Tegal. Kegiatan mudik adalah kegiatan setiap tahun yang hanya terjadi di Indonesia, tentunya mudik mempunyai tujuan yang mulia,  salah satunya adalah menyambung silaturohim yang selama ini mungkin terputus / dibatasi jarak dan waktu. Baik itu silaturohim antar keluarga, kerabat, teman, tetangga dan lain-lain.

cirek

Berbagai alat transportasi dapat digunakan dalam rangka mudik ke Tegal, salah satunya adalah naik kereta api. Yah, naik “ular besi” atau kereta api atau orang tegal biasa menyebut dengan “numpak sepur” adalah suatu hal yang sangat menyenangkan bagi anak-anak dan juga bagi kita, apalagi pas musim mudik. Karena naik kereta api biasanya tidak seperti naik bus yang kadang sudah berdesak-desakan kena macet pula, hal ini bikin stress. Kalau kita mudik menggunakan Kereta api, paling kena  jadwal berangkat kereta yang molor (he…he…).

PT. Kereta Api Daop IV Semarang yang sebelumnya telah memperpanjang jalur Kereta Api Kaligung Ekspress  yang biasanya jalurnya Tegal -Semarang diperpanjang hingga ke  Stasiun Slawi. Sehingga para warga Slawi yang merantau  di Semarang dan sekitarnya, tidak harus ke Stasiun Tegal dulu untuk naik Kereta Api Kaligung Ekspres, karena mereka bisa naik dari Stasitun Slawi. Dalam mengembangkan usahanya Stasiun Tegal yang berada dibawah PT. Kereta Api Daop IV Semarang melakukan kerja sama dengan PT. Kerata Api Daop III Cirebon dengan meluncurkan kereta api Cirebon Ekspres (Cireks) jurusan Tegal -Jakarata (PP) yang biasanya melayani penumpang orang tegal dari stasiun brebes, maka sejak tanggal 03 Agustus 2009, penumpang warga Tegal tidak harus ke stasiun brebes lagi untuk naik Cireks, karena bisa naik langsung di Stasiun Tegal. Hal ini juga tentunya memudahkan warga Tegal yang merantau di Jakarta untuk pulang menggunakan kereta Cireks, karena bisa langsung turun di Stasiun Tegal.

Kereta Api Cirebon Ekspress mempunyai gerbong bisnis dan eksekutif yang akan memberikan kenyaman dalam perjalanan. Tarif Cireks hari biasa dari Stasiun Gambir-Tegal adalah Kelas Eksekutif Rp. 80.000 s.d Rp. 100.000,- sedangkan kelas Bisnis Rp 65.000 s.d Rp. 80.000,-. Untuk lebaran tahun ini Tarif Cireks untuk kelas Eksekutif adalah Rp. 105.000 sedangkan kelas Bisnis adalah Rp. 80.000,- Sedangkan Jadwal Keberangkatan Cireks dari Stasiun Gambir adalah dua kali yaitu pukul 11.00 WIB dan pukul 18.30 WIB.

Para penghobi “ular besi” yang ingin mudik ke Tegal, selain menggunakan Kereta Cireks dan Tegal Arum, dapat juga menggunakan beberapa kereta lainnya, baik itu kereta Eksekutif, Bisnis ataupun Ekonomi yang berhenti di Tegal. Adapun nama keretanya  adalah Argo Muria, Argo Sindoro, Kamandanu, Gumarang, Sembrani, Fajar Semarang, Senja Semarang, Brantas, Kertajaya, Matarmaja, Tawang Jaya,  dan Harina ( dr Bandung). (untuk keterangan tarif dan jadwal bisa dilihat di  http://infoka.kereta-api.com)

Semoga dengan diluncurkannya Kereta Cirebon Ekspress (Tegal-Jakarta pp) akan mempermudah dan memberi manfaat bagi masyarakat Tegal dalam menjalankan aktifitasnya dan juga dapat menunjang kemajuan daerah Tegal. SEMOGA

Sumber foto: www.suandika.co.cc



May 04, 2009

Bertambah lagi kebanggaan “Wong Tegal” terhadap daerah Tegal yang memang Laka-laka. Mulai minggu kemarin, tepatnya tanggal 03 Mei 2009 Pabrik Gula Pangkah yang berada di Kecamatan Pangkah, Kabupaten Tegal, secara resmi mengoperasikan kereta api antik untuk kegiatan wisata agro. PG Pangkah saat ini mengoleksi 7 buah kereta antik produksi Jerman. Empat buah diantaranya dibuat pada tahun 1927 dan masih menggunakan mesin tenaga uap.

Wisata agro ini bertujuan untuk memperkenalkan industri gula kepada masyarakat. Sehingga masyarakat bisa mengetahui sejarah sampai proses pembuatan gula di PG Pangkah.

Kereta api agro ini akan menempuh jalur perkebunan tebu atau jalur agro sepanjang kurang lebih  30 Km.  Jalur tersebut adalah dari PG Pangkah menuju Danau Cacaban dilanjutkan dengan mengelilingi areal pabrik pengolahan gula. Selain dapat menaiki kereta antik, para wisatawan juga dapat menginap di perumahan pegawai pabrik gula. Perumahan ini bukan sembarang rumah, karena bentuknya unik dan usianya relatif tua serta rata-rata didirikan antara tahun 1920 hingga tahun 1930. Para wisatawan juga dapat menikmati acara budaya “Kawin Tebu” yang biasanya diselenggarakan oleh PG Pangkah setiap awal musim giling.

Kereta wisata agro PG Pangkah ini dioperasikan setiap hari sabtu dan minggu dengan tarif Rp. 4.500 untuk setiap penumpang. Selama musim giling tahun 2009 para wisatawan dapat menikmati sensasi kereta antik wisata agro di PG Pangkah. Semoga hal ini akan dapat membangkitkan industri pariwisata lainnya di daerah Tegal. (Arop)



February 26, 2009
Filed Under (Bangunan dan Fasilitas Kota, Nyante, Opini) by arop

Sang surya mulai beranjak naik, saat angkot yang aku tumpangi sampai ke tempat yang aku tuju. Setelah membayar ongkos aku segera menuju gerbang. Aku melihat banyak orang berjalan-jalan sambil menghirup segarnya udara pagi. Yah, akhirnya sampai juga aku ke tempat yang telah banyak dibicarakan orang.

Didepan pintu gerbang aku berhenti sejenak. Aku memandang gerbang yang megah dihiasi motif Batik Tegal. Di puncak tiang gerbang sebelah kanan terdapat Replika Poci, sedangkan di tiang sebelah kiri terdapat replika Tahu Aci. Sedangkan lambang kota dan kabupaten Tegal masing-masing ada ditengah-tengah tiang sebelah kanan dan kiri pintu gerbang. Antar tiang sebelah kanan dan kiri dihubungkan dengan tiang balok horisontal bertuliskan ” Selamat Datang Di Taman Poci & Tahu Aci Tegal”.

Setelah itu aku segera beranjak masuk ke dalam taman. Sekitar satu meter dari pintu gerbang aku melihat sebuah papan yang berisi denah taman. Ternyata taman ini memiliki 3 pintu gerbang. Gerbang utama walaupun lebar ternyata khusus untuk para pejalan kaki, sedangkan bagi pengunjung yang membawa kendaraan bermotor bisa lewat gerbang 2 dan 3 yang masing-masing mempunyai tempat parkir serta tempat berjualan yang katanya khusus makanan dan minuman tradisional seperti Tahu Aci, Soto Tegal, Kupat Glabed, Sate Tegal, Nasi Lengko, Nasi Ponggol, Teh Poci, jigur, sekoteng dll. Pokoknya tradisional semua. Disitu juga ada tempat penjualan souvenir atau oleh-oleh khas Tegal seperti poci, batik tulis Tegal dll. Ini mungkin yang menjadi salah satu daya tarik para pengunjung karena disini khusus menjual makanan & minuman tradisional. Read the rest of this entry »



February 12, 2008
Filed Under (Bangunan dan Fasilitas Kota) by sap

Kalau tidak salah dulu namanya adalah Monumen GBN (Gerakan Banteng Nasional), tapi orang Slawi dan sekitarnya menybutnya cukup monumen saja. Orang tua saya bilang monument dibangung sekitar tahun 1977 s.d. 1978, tapi tahun persis tepatnya tidak tahu.

monumen
Foto Monumen GBN sekarang

Read the rest of this entry »



December 16, 2007
Filed Under (Bangunan dan Fasilitas Kota, Nyante) by bacteria

Pastinya saudara sudah mengetahui jembatan Golden Gate di Amerika yang merupakan salah satu jembatan gantung terpanjang dan terindah di dunia. Kalau anda belum pernah melihatnya silahkan klik link ini . Jembatan itu sangat indah hingga saya ataupun anda pasti ingin berkunjung kesana . Tapi sayang , sangat tidak mungkin kita pergi kesana karena mungkin terbentur biaya.

Saudara tidak perlu risau karena tidak bisa melihat Jembatan Golden Gate di Amerika , karena di Tegal ada miniatur jembatan tersebut. sebenernya bukan miniatur sih , cuma jembatan yang ada di tegal itu bisa dikatakan mirip dengan jembatan Golden Gate  itu .

Pengen tau lanjutannya ?



October 10, 2007
Filed Under (Bangunan dan Fasilitas Kota) by traju

Sebuah kota biasanya mempunyai ikon bangunan yang menjadi ciri khas kota tersebut. Sebutlah “Menara Miring Pisa” (Torre pendente di Pisa) yang merupakan ikon kota Pisa di Italia, menara ini menjadi ciri khas kota Pisa Italia, bahkan yang aku tau dari pelajaran di SD menara ini adalah salah satu dari “Tujuh Keajaiban Dunia” bersama Borobudur dari Indonesia, walaupun di keduanya sekarang tidak termasuk dalam 7 keajaiban dunia baru (New7Wonders), ngga tau atas dasar apa pemilihan tujuh kejaiban dunia yang baru tersebut, karena ajang tersebut merupakan hasil voting lewat internet. Lhoo ko’ menara Pisa segede itu pindah ke Slawi???ini dia… Read the rest of this entry »