Archive for the ‘Berita’ Category

December 04, 2009
Filed Under (Basa Tegal, Berita, Budaya, Nyante, Opini) by traju

Judul lagu tersebut akhir-akhir ini sangat familiar sekali di telinga kita, hampir setiap hari lagu itu menghiasi berbagai media elektronik dari mulai internet, radio sampai televisi. Berlahan tapi pasti, lagu nyentrik ini menggantikan lagu-lagu gokil pendahulunya semacam Tak Gendongnya si Mbah Surip, Lupa-lupa Ingatnya Kuburan Band. Mungkin karena terlalu banyaknya band dan penyanyi yang mengusung jenis musik pop dan rock, masyarakat membutuhkan sesuatu yang beda, sesuatu yang simpel, mudah diingat dan menghibur tentunya.

Peluang itulah yang kemudian dimanfaatkan oleh Bongky (ex personil Slank dan BIP) untuk membentuk Warteg Boys, yang beraliran Hip hop dengan rap ngapak alias dialek khas orang-orang di daerah Tegal, Purwokerto dan sekitarnya. Dengan menggandeng dua anggota Agooz dan Ari sebagai ngapak rappers, sedangkan Bongky sendiri berperan sebagai mas DJ, Warteg Boys menghasilkan single andalannya ‘Okelah Kalo Begitu’ yang bisa menggebrak industri musik tanah air dan bisa diterima hampir semua kalangan dan usia. Berikut ini lirik lagunya:

Bangun Pagi Bangun Pagi
Nggak Ada Roti Nggak Kopi
Laper Lagi Laper Lagi
Adanya Nasi Sama Teri

Okelah Kalo Begitu
Okelah Kalo Begitu
Okelah Kalo Begitu
Okelah Kalo Begitu

Lima Hari Nggak Mandi
Kulit Udah Banyak Daki
Perempuan Pada Lari
Katanya
I Am Sorry

Okelah Kalo Begitu
Okelah Kalo Begitu
Okelah Kalo Begitu
Okelah Kalo Begitu

Mengapa Mengapa
Mengapa Oh Menyedihkan

Mogok Lagi Mogok Lagi
Motor Mati Mesin Brenti
Aki Busi Belum Ganti
aku Jadi Jalan Kaki

Okelah Kalo Begitu Oke
Okelah Kalo Begitu Oke
Okelah Kalo Begitu Oke
Okelah Kalo Begitu

Tiba-tiba Hp Bunyi
Hp Bunyi Keras Sekali
Gua Jawab Dia Memaki
Tukang Kredit Nagih Janji

Okelah Gua Bayarin
Okelah Gua Lunasin
Okelah Gua Bayarin
Okelah Gua Lunasin

Ya Udahlah Kalo Begitu
Ya Udahlah Kalo Begitu
Ya Udahlah Kalo Begitu
Ya Udahlah Kalo Begitu

Nggak Kerasa Laper Lagi
Mangan Nasi Karo Jantung
Mau Bayar aku Keki
Dompetku Dibawa Lari

Gimana Kalo Begitu?
Gimana Kalo Begitu?
Gimana Kalo Begitu?
Gimana Sih Kalo Begitu?

Pak Tolong Dong Pak

Sebagai orang Tegal, kita boleh bangga karena dialek atau logat ngapak kita ketika digunakan untuk membuat lagu bisa booming dan diterima di industri musik tanah air. Walaupun sepengetahuan penulis Bongky bukanlah orang Tegal, tapi dengan sentuhan ide kreatifnya Bongky bisa sukses dengan konsep rap ngapak yang dia tawarkan. Di sinilah kita sebagai orang Tegal harus termotivasi, khususnya para pemusik dari Tegal untuk bisa membuat karya bercirikan Tegal yang lebih baik, dan umumnya untuk semua masyarakat Tegal banggalah dengan bahasa, logat dan dialek kita, tidak usah malu mengakui ke-ngapakan kita..

Berikut cuplikan video dari Youtube.



September 11, 2009
Filed Under (Basa Tegal, Berita, Komunitas, Nyante) by irfanantono

Malem rebo aku diundang melu rapat karo wong tuwa-tuwa sing wis pada sukses nang Jogja. Rencanane pan ana acara gedhe-gedhenan nang Jogja sing nglibatna wong-wong Tegal segala lapis mulai sing ngabdi negeri, pensiunan, dodolan warung, martabak, kuliah, nyantri, sampe sing iseh sekolah. Acarane engko bar bada, persise tanggal 4 oktober 2009 nang benteng Vrederburg. Aku dikon ngordinasi kanca-kanca mahasiswa mulai sing nang UGM, UII, UIN, UPN, d.l.l. Pas acara kiye, kang Traju sing tukang otak atik blog kiye juga melu, mbuh daning tak enteni laporane kaa..

rapat Read the rest of this entry »



August 25, 2009
Filed Under (Bangunan dan Fasilitas Kota, Berita) by arop

Bagi orang indonesia yang karena berbagai sebab harus merantau, mudik pada waktu lebaran adalah suatu kewajiban setiap tahun sekali. Hal ini juga berlaku bagi masyarakat Tegal yang merantau. Berbagai cara dilakukan yang penting bisa mudik dan lebaran di Tegal. Kegiatan mudik adalah kegiatan setiap tahun yang hanya terjadi di Indonesia, tentunya mudik mempunyai tujuan yang mulia,  salah satunya adalah menyambung silaturohim yang selama ini mungkin terputus / dibatasi jarak dan waktu. Baik itu silaturohim antar keluarga, kerabat, teman, tetangga dan lain-lain.

cirek

Berbagai alat transportasi dapat digunakan dalam rangka mudik ke Tegal, salah satunya adalah naik kereta api. Yah, naik “ular besi” atau kereta api atau orang tegal biasa menyebut dengan “numpak sepur” adalah suatu hal yang sangat menyenangkan bagi anak-anak dan juga bagi kita, apalagi pas musim mudik. Karena naik kereta api biasanya tidak seperti naik bus yang kadang sudah berdesak-desakan kena macet pula, hal ini bikin stress. Kalau kita mudik menggunakan Kereta api, paling kena  jadwal berangkat kereta yang molor (he…he…).

PT. Kereta Api Daop IV Semarang yang sebelumnya telah memperpanjang jalur Kereta Api Kaligung Ekspress  yang biasanya jalurnya Tegal -Semarang diperpanjang hingga ke  Stasiun Slawi. Sehingga para warga Slawi yang merantau  di Semarang dan sekitarnya, tidak harus ke Stasiun Tegal dulu untuk naik Kereta Api Kaligung Ekspres, karena mereka bisa naik dari Stasitun Slawi. Dalam mengembangkan usahanya Stasiun Tegal yang berada dibawah PT. Kereta Api Daop IV Semarang melakukan kerja sama dengan PT. Kerata Api Daop III Cirebon dengan meluncurkan kereta api Cirebon Ekspres (Cireks) jurusan Tegal -Jakarata (PP) yang biasanya melayani penumpang orang tegal dari stasiun brebes, maka sejak tanggal 03 Agustus 2009, penumpang warga Tegal tidak harus ke stasiun brebes lagi untuk naik Cireks, karena bisa naik langsung di Stasiun Tegal. Hal ini juga tentunya memudahkan warga Tegal yang merantau di Jakarta untuk pulang menggunakan kereta Cireks, karena bisa langsung turun di Stasiun Tegal.

Kereta Api Cirebon Ekspress mempunyai gerbong bisnis dan eksekutif yang akan memberikan kenyaman dalam perjalanan. Tarif Cireks hari biasa dari Stasiun Gambir-Tegal adalah Kelas Eksekutif Rp. 80.000 s.d Rp. 100.000,- sedangkan kelas Bisnis Rp 65.000 s.d Rp. 80.000,-. Untuk lebaran tahun ini Tarif Cireks untuk kelas Eksekutif adalah Rp. 105.000 sedangkan kelas Bisnis adalah Rp. 80.000,- Sedangkan Jadwal Keberangkatan Cireks dari Stasiun Gambir adalah dua kali yaitu pukul 11.00 WIB dan pukul 18.30 WIB.

Para penghobi “ular besi” yang ingin mudik ke Tegal, selain menggunakan Kereta Cireks dan Tegal Arum, dapat juga menggunakan beberapa kereta lainnya, baik itu kereta Eksekutif, Bisnis ataupun Ekonomi yang berhenti di Tegal. Adapun nama keretanya  adalah Argo Muria, Argo Sindoro, Kamandanu, Gumarang, Sembrani, Fajar Semarang, Senja Semarang, Brantas, Kertajaya, Matarmaja, Tawang Jaya,  dan Harina ( dr Bandung). (untuk keterangan tarif dan jadwal bisa dilihat di  http://infoka.kereta-api.com)

Semoga dengan diluncurkannya Kereta Cirebon Ekspress (Tegal-Jakarta pp) akan mempermudah dan memberi manfaat bagi masyarakat Tegal dalam menjalankan aktifitasnya dan juga dapat menunjang kemajuan daerah Tegal. SEMOGA

Sumber foto: www.suandika.co.cc



July 06, 2009
Filed Under (Berita, Profil Pelayan) by juragan

Tak terasa perjalanan masa, begitu cepat berlalu. Dari sekedar obrolan ngalor-ngidul beberapa orang yang tidak dapat dilepaskan dari trend yang berkembang saat itu di bidang teknologi informasi, sampai dengan pembahasan serius bermuatan idealisme anak-anak rantau untuk turut serta membangun kampung halaman. Lahirlah sebuah upaya cerdas untuk mengejawantahkan niat mulia tersebut dalam sebuah wadah, sebuah arena yang dimaksudkan menampung aspirasi dan menebarkan informasi. Tentang Tegal.

Tegal yang dimaksud jelas tidak hanya dalam pemahaman geografis semata, wilayah Tegal yang terbentang dari laut Jawa di sisi utara sehingga lembah Gunung Slamet di Selatan, juga dari perbatasan Kabupaten Pemalang di sisi timur dan Kabupaten Brebes di sisi barat. Melainkan juga Tegal dalam pemahman konstruksi budaya yang melingkupinya. Sebab Tegal masa kini telah jauh berkembang menjadi salah satu pengaya ragam budaya Indonesia.

Kini setelah 2 tahun berlalu, Komunitas Blogger Waroengtegal.org mengalami beberapa kemajuan berarti. Namun belum berarti apa-apa untuk sebuah upaya mulia sebagaimana yang dicita-citakan semula. Walau begitu kita perlu memberikan apresiasi yang tulus setinggi-tingginya atas partisipasi Juragan, para Pelayan, para kontributor, para anggota, dan semua pihak yang telah turut serta menjadikan Woroengtegal.org seperti sekarang ini.

Tugas dan tantangan ke depan masih lebih banyak dan lebih berat. Waroengtegal.org dituntut untuk lebih sigap dalam merespon dinamika perkembangan Tegal, serta selalu up to date dalam menginformasikan perkembangan-perkembangan terbaru mengenai Tegal.

Bagaimanapun, upaya ini harus tetap diteruskan! Merdeka! Salam!Tabik!Selamat!



May 04, 2009

Bertambah lagi kebanggaan “Wong Tegal” terhadap daerah Tegal yang memang Laka-laka. Mulai minggu kemarin, tepatnya tanggal 03 Mei 2009 Pabrik Gula Pangkah yang berada di Kecamatan Pangkah, Kabupaten Tegal, secara resmi mengoperasikan kereta api antik untuk kegiatan wisata agro. PG Pangkah saat ini mengoleksi 7 buah kereta antik produksi Jerman. Empat buah diantaranya dibuat pada tahun 1927 dan masih menggunakan mesin tenaga uap.

Wisata agro ini bertujuan untuk memperkenalkan industri gula kepada masyarakat. Sehingga masyarakat bisa mengetahui sejarah sampai proses pembuatan gula di PG Pangkah.

Kereta api agro ini akan menempuh jalur perkebunan tebu atau jalur agro sepanjang kurang lebih  30 Km.  Jalur tersebut adalah dari PG Pangkah menuju Danau Cacaban dilanjutkan dengan mengelilingi areal pabrik pengolahan gula. Selain dapat menaiki kereta antik, para wisatawan juga dapat menginap di perumahan pegawai pabrik gula. Perumahan ini bukan sembarang rumah, karena bentuknya unik dan usianya relatif tua serta rata-rata didirikan antara tahun 1920 hingga tahun 1930. Para wisatawan juga dapat menikmati acara budaya “Kawin Tebu” yang biasanya diselenggarakan oleh PG Pangkah setiap awal musim giling.

Kereta wisata agro PG Pangkah ini dioperasikan setiap hari sabtu dan minggu dengan tarif Rp. 4.500 untuk setiap penumpang. Selama musim giling tahun 2009 para wisatawan dapat menikmati sensasi kereta antik wisata agro di PG Pangkah. Semoga hal ini akan dapat membangkitkan industri pariwisata lainnya di daerah Tegal. (Arop)



March 30, 2009
Filed Under (Berita, Nyante) by bhanusrinugraha

Ada calon ikon baru dari kabupaten Tegal, Kalo di dunia seni kita semua mengenal Ki Enthus “Dalang Mbeling” Susmono. Nah di tayangan The Master RCTI muncul sosok misterius dari magician kontestan acara tersebut. Pada tayangan The Master session kedua yang tayang setiap jum’at jam 21:30 ini terdapat penampilan Mr Limbad. Limbad tinggal hanya 200an meter dari tempat tinggal Pak Bhanu di Tegal. Tepatnya di desa Dukuhwringin kecamatan Slawi. Dan yang saya tahu, dia adalah magician yang dalam aksinya me”mutilasi” tubuh manusia dan mengembalikannya ke bentuk semula, seperti potong jari, tangan, bahkan leher. Bisnis pertunjukan Magic-nya sering berkeliling ke pelosok negeri mengikuti keramaian seperti Pasar malam, pameran pembangunan, dsb. Bahkan Angger, sang adik ipar bahkan kerap ngamen sulap di jalan Malioboro Jogja.

aksi limbadDari kemasan, performance dan gerakan tubuh, horor banget kandidat The Master yang satu ini, apalagi dengan membawa burung hantu yang berperan laksana penasehat spiritualnya. Meskipun atraksinya menurut saya bukan hal yang baru tapi dibawakan dengan sangat elegan. Bahkan Deddy Corbuzier beberapa kali memuji aksi Limbad. Magician ini menganut aliran Fakir yang merupakan salah satu aliran Magic terkuno. Dia menguasai tehnik mengontrol rasa sakit, menguatkan tubuhnya agar kuat menahan benda-benda yang berbahaya. Jika banyak dari kandidat The Master Season I bermain menghindari bahaya. Mr. Limbad menelan bahaya! Read the rest of this entry »