Archive for the ‘Budaya’ Category

8
Jul

Never Ending Batik

   Posted by: arrie Tags: , ,

Siapa sih yang nggak tau batik? Kain dengan motif bunga-bungaan, dedaunan, hewan, perpaduan titik, garis-garis bergelombang, berwarna coklat. Orang Indonesia, khususnya Jawa identik sekali dengan batik. Sebetulnya tiap-tiap daerah di Indonesia memiliki kerajinan menghias kain yang dikenal dengan kerajinan kain batik. Hanya saja, tiap daerah memiliki cara pembuatan, corak, dan gaya sendiri-sendiri, yang membedakan antara batik dari Jawa dan batik dari Papua, atau batik dari Jawa Tengah atau batik dari Jawa Barat.

Contoh kain batik Tegal.

Batik yang ada di Jawa, memiliki beberapa kesamaan, antara lain kain yang digunakan sebagai bahan dasar pembuatan sama, biasanya adalah kain mori atau sutera. Untuk teknik pembuatannya, biasanya digunakan malam, yaitu zat semacam lilin berwarna coklat muda hingga agak hitam. Untuk dapat menggunakan malam untuk membatik, malam harus dipanasi terlebih dahulu di atas perapian, kemudian malam tersebut digambarkan di atas kain mori dengan menggunakan alat bantu yaitu canting. Motif yang digambarkan dengan malam, merupakan bagian kain yang dikecualikan dalam pewarnaan. Setelah jadi, motif yang digambar dengan malam akan tetap berwarna putih sesuai warna kain yang digunakan. Setelah dibuat motif batik, kain bisa diberi warna. Zat pewarna yang digunakan bisa zat pewarna sintetik, maupun pewarna alami. Saat ini pewarna alami sudah jarang digunakan, karena proses pewarnaannya relaif lebih lama dibandingkan bila menggunakan pewarna sintetik. Dalam perkembangannya, batik juga sudah tidak lagi ditulis atau digambar manual dengan tangan menggunakan malam, melainkan diproduksi dengan menggunakan cap. Jadi, pola batik sudah disediakan, tinggal diaplikasikan pada kain, lebih efisien waktu dan tenaga. Read the rest of this entry »

2
May

Ebeg, Riwayatmu Kini…

   Posted by: kanghasan

Mungkin pernah dengar sepenggal bait lagu karya Bang Haji Roma Irama yang bercerita tentang pertunjukan kuda lumping (ini kalimat nggak pake SPOK-Red). Begini antara lain syairnya :

…Ada satu permainan, permainan unik sekali

Orang naik kuda, tapi kuda bohong

Namanya kuda lumping…

Seterusnya lagu itu bercerita bahwa yang naik ‘kuda bohong’ itu orangnya kesurupan. Bisa makan rumput, bisa makan padi, bahkan bisa makan kaca. Sehingga kalau menonton tidak boleh dari dekat karena akibatnya bisa berbahaya.

…Aduhai ngeri sekali… Read the rest of this entry »

7
Jul

Manten Tebu di PG Pangka

   Posted by: wisnuwardhana

Tanggal 12 Mei kemarin aku pulang kampuang! heheheh seneng bgt , walupun gak jarang jarang amat pulang kampuang tapi entah kenapa tiap kali aku pulang tu krasa seneng bgt, ya secara kampung halaman ku gt loh , tempat lahirku tanah airku , weleh weleh koq dadi nggambus.

Nie postingan pertamaku tentang kampung halamanku , mungkin gak banyak yang tau kampung halamanku ,kampung halamanku namanya slawi. Slawi tu adalah ibukota dari Kab.Tegal yang sering dikumandangkan sebagai jepangnya indonesia. Tapi aku gak mo bahas masalah istilah jepangnya indonesia itu.

Image Hosted by ImageShack.us

Sebelah timur desaku ada desa yang bernama desa Pangkah , letaknya sekitar 7 Km dari rumahku. Disana terdapat pabrik gula peninggalan wong londo jaman dahulu namanya PG Pangka . Setiap tahun sekali ada pasar malam disekitar PG tersebut, ada undar ( komedi putar ) ada tong setan dan banyak hiburan rakyat sejenisnya biasanya masyarakat sekitar menyebutnya dengan “metikan” yang diambil dati kata petik , yaitu musim panen dan petik tebu, pasar malam itu adalah sebagai wujud syukuran para masyarakat karena diberi hasil panen yang melimpah.

Ternyata ada ritual kebudayaan menarik yang mengiringi metikan tersebut, karena setelah metikan berakhir ( yaitu sekitar 2 mingguan ) tibalah saat untuk memulai proses penggilingan tebu tersebut, nah ritualnya adalah tebu pertama yang akan digiling akan dijadikan penganten tebu. Tebu tersebut akan diarak dari tempat metik kedalam Pabrik.

Sayangnya aku ketingalan ritual saat mengarak penganten tebu tersebut ke dalam pabrik ,katanya seh memakai kereta tebu . Terus sesudah itu manten itu di taruh diatas mesin giling tepat sbelum masuk ke penggilingan , oh iya manten tebu itu diwujudkan memakai boneka yang dihiasi layaknya penganten , dan ada namanya lho… namanya Moch. Jaedun dengan Siti Khasanah, hehe dapet dari mana ya nama itu..?

Image Hosted by ImageShack.us

Moch Jaedun dan Siti Khasanah

Image Hosted by ImageShack.us

Close Up

Konon katanya tradisi ini sudah turun temurun dilakukan dari dulu kala PG ini dibangun, tebu itu akan diselamati terlebih dahulu secara meriah sebelum digiling untuk yang pertama kalinya.

Saat manten tebu itu para pejabat jga hadir disana loh , ada perwakilan Bupati , Kapolres , Dandim , Kepala Puskesmas Pangkah ( dr Bimo Bayuadji ) dan pejabat yang lain.

Daripada menunggu ceramah para pejabat tersebut aku melihat liat ke dalam pabrik tebu tersebut , dalam keseharianya PG tersebut tidak boleh dimasuki oleh orang umum karena mesin mesinnya besar besar bo! banyak kecelakaan pegawai disana.

Image Hosted by ImageShack.us

mesinya aja segede gitu gmana kalo kegilas ya?? hii

Image Hosted by ImageShack.us

ckckckc liat mesin uap di belakangku , jaman gitu wong londo dah bikin gituan yak ( jaman itu kita masih pake mak lampir wakakak)

Setelah itu aku melihat ke luar PG yaitu di belakang PG tersebut ada lokomotif tua yg antiq banget!juga rel kereta api yang asik bgt buat foto foto . yah itulah sekelimit cerita dari tradisi adat masyarakat pangkah dan pabrik tebu peninggalan wong londo.

Image Hosted by ImageShack.us