Archive for the ‘Kuliner’ Category

June 06, 2009
Filed Under (Kuliner, Nyante) by bhanusrinugraha

Pada tulisan kali ini pak Bhanu akan sedikit mengupas masalah “iwak” (Ikan). Saya tidak akan bercerita mas Limbad lagi yang memang suka makan ikan baik mentah maupun yang mateng. Pak Dosen Amikom ini cuma sedang mengingat jaman dahulu kala ketika sangunya masih “Mangpe” (5 rupiah) dan masih suka dolanan “rok Selawe“. Saat dimana Kaligung masih jernih sebagai tempat uji kesemaptaan wajib bagi anak laki-laki. Dan waktu bhanu kecil harus menyelinap dari rumah agar bisa belajar berenang di Kaligung.

Pastinya masih banyak nama ikan yang bertebaran di masyarakat Tegal. Saya hanya mampu mengingat beberapa yang saya anggap berbeda saja. Jenis Ikan lain seperti Ikan Mas, Lele, Wader, Cupang, dsb. biasanya mempunyai sebutan yang sama di hampir semua daerah. Deskripsi yang saya tulis pun sangat subyektif karena tidak ada ctatan resmi mengenai kosakata ikan di Tegal dan sekitarnya.
Read the rest of this entry »



March 26, 2009
Filed Under (Kuliner, Wisata) by traju

Di daerah wisata seperti di OW. Guci Kabupaen Tegal yang berhawa sejuk pasti punya daya tarik tersendiri yang membuat para pengujung ketagihan. Apalagi didukung dengan sarana infrastruktur yang cukup memadai seperti jalan menuju lokasi yang cukup lebar dan beraspal halus, penginapan terjangkau, kolam renang air panas, panggung hiburan, tempat ibadah, dan tak ketinggalan hampir semua sinyal provider penyedia layanan komunikasi juga sudah tersedia, semakin menambah kenyamanan bagi wisatawan. Daya tarik Guci sebagai obyek wisata yaitu keindahan alam yang mempesona, sumber air panas sepanjang tahun, hawa sejuk dan udara segar yang sekarang susah didapatkan di kota besar. Tidak hanya itu, bagi para pecinta kegiatan di alam bebas adanya fasilitas bumi perkemahan, arena outbond serta jalur pendakian gunung Slamet, Guci merupakan surga untuk menyalurkan hobinya.

Tak lengkap rasanya jika sebuah obyek wisata tanpa adanya oleh-oleh dan makanan yang khas. Di Guci oleh-oleh yang biasa diburu para wisatawan adalah hasil pertanian dan perkebunan yang masih segar, seperti sayur-sayuran dan buah-buahan yang biasanya baru dipetik dari pohonya, bahkan ada juga kebun strawberry yang memanjakan pengunjungnya dengan memetik sendiri buah strawberry dari kebun. Anda juga bisa membeli berbagai souvenir kerajian tangan, kaos/baju bertuliskan Guci, dan pernak-pernik aksesoris cantik. Selain itu ada juga jajanan biasa dijadikan buah tangan seperti manisan papaya, manisan ciremai, keripik bayam, peyek, intip goreng dan masih banyak lagi yang lainnya. Selain itu makanan khas daerah hawa dingin seperti bakso, mie ayam, jagung baker/rebus juga tersedia, ada juga sate kambing khas Tegal terkenal empuk itu.

Satu lagi yang selalu membuat ketagihan sewaktu berkunjung ke Guci yaitu LONTEWANCENG, eitssss jangan ngeres dulu mendengar kosakata itu, mau tau nahh ini dia….

Read the rest of this entry »



March 10, 2009
Filed Under (Kuliner) by irfanantono

Siapa yang tak tahu istilah setan. Kata ini diserap dari Bahasa Arab, digunakan dalam Bahasa Indonesia bermakna sama seperti dalam bahasa aslinya. Kata ini telah menjadi istilah tersendiri menunjukkan pada makna makhluk pembangkang, pendurhaka, pengkhianat, pembohong, penggoda, dan makna ‘buruk’ lainnya. Dari pemaknaan yang masih bersifat umum ini, ada yang memasukkan jenis manusia ke dalam setan. Maksudnya bukan semua manusia adalah setan tetapi ada manusia yang memiliki karakter setan, yaitu mereka yang mengajak kepada keburukan. Anda termasuk ?

Pertanyaannya, Apakah setan punya jenis makanan tertentu ?Mau tau??? Read the rest of this entry »



November 20, 2007
Filed Under (Kuliner) by arrie

Kalau di China ada tradisi minum teh dengan gelas keramik mungil sebagai tempat penyajiannya. Tegal juga punya tradisi itu, minum teh poci. Teh memang biasanya diseduh dengan poci, tapi yang ini khasnya teh poci di Tegal, teh kental diseduh di dalam poci tanah, dan cara meminumnya dituang dalam cangkir tanah. Biasanya tehnya dibuat pahit, dan diberi pemanis gula batu, mirip gula pasir, hanya saja kristalnya lebih besar, mirip bongkahan tawas. Rasa yang ditimbulkan akan beda dengan teh yang diseduh di poci logam atau plastik, atau diminum dengan cangkir keramik, atau pemanisnya gula pasir. Teh poci Tegal punya rasa yang unik, yaitu sepet, agak pahit dan kental.

Tehnya diproduksi di Tegal, meskipun bahan bakunya, yaitu pucuk-pucuk daun teh diimpor dari daerah lain. Produsennya ada banyak, antara lain : teh 2 Tang, teh Sosro, teh Tong Tji, dan teh Gopek. Teh itu biasanya dicampur dengan bahan-bahan lain, yaitu : gambir (yang biasanya untuk kinang), bunga melati, dan bahan lainnya. Untuk gulanya, tidak sulit didapat, karena di wilayah Tegal ada dua pabrik gula besar, yaitu PG. Jatibarang-Brebes, dan PG. Pangka-Slawi, sehingga gula batu lebih mudah diperoleh di pasaran. Pocinya sendiri sebetulnya bukan diproduksi di Tegal, yaitu impor dari sentra Poci di Purwareja Klampok Banjarnegara. Namun, di Tegal banyak yang menjual poci tanah tersebut, biasanya satu set berikut cangkir tanahnya.

Minuman teh ini biasanya banyak dikonsumsi di malam hari atau saat cuaca dingin, karena lebih nikmat disantap dalam keadaan panas. Namun, bagi yang belum terbiasa, jangan langsung menyeduh teh dengan tingkat kekentalan yang terlalu tinggi kemudian meminumnya, karena akan membuat kepala pusing, bahkan hingga mabuk.
Selamat minum teh poci…



July 24, 2007
Filed Under (Kuliner) by arrie

Tahu aci biasa dikenal juga dengan sebutan tahu Slawi, tahu yang berasal dari Slawi-Kabupaten Tegal. Tapi orang Slawi sendiri tak ada yang memproduksi tahu, penjualnya pun jarang ditemui. Tahu ini diproduksi di daerah Banjaran-Adiwerna.

Tahu aci merupakan makanan berbahan dasar tahu kuning, yang ditambahkan adonan aci (kanji) yang telah dibumbui dan ditambah sedikit irisan daun kucai. Yang khas, tahu aci rasanya gurih. Uniknya, tahu aci dibuat dari tahu kuning persegi dengan sisi sekitar 7 cm, kemudian dipotong secara diagonal membentuk segitiga sama kaki. Bekas potongan tadi, ditempeli aci hingga penuh, kemudian digoreng dengan minyak goreng panas yang banyak, sehingga tahunya matang di semua sisi.

 Tahu aci itu konvensionalnya, sekarang sudah dimodifikasi, jadi tahu plethok, yaitu tahu yang salah satu permukannya dibalut aci, kemudian digoreng kering. Ada juga keripik tahu, yang dijual dalam kemasan plastik per kilogram.

Read the rest of this entry »



July 12, 2007
Filed Under (Kuliner) by wisnuwardhana

Kali ini saya mau bercerita tentang masakan sea food yang istimewa n ya ul banget…. namanya bandeng bakar madu. Tempatnya tu kalo dari kota Tegal sekitar 20 menit ke arah Jakarta, yaitu tepatnya di kawasan pantai Randusanga di Brebes. Dari jalan raya brebes ke arah utara sekitar 15 menit, tempatnya di kanan jalan, modelnya pake saung-saung gitu deh …

Di warung seafood bakar madu ini ternyata menyediakan berbagai macam jenis ikan, ada bawal, nila, kerapu ,kakap, n bandeng …. o iya ada juga udang dan semuanya itu bisa dibakar madu. mmmm…. udang yang besar besar di bakar dengan madu yang meresap ke dalam daging putihnya…. serasa maknyussssss…

Tempatnya pun aku rasa lumayan enak dengan saung saung dan angin pantai sepoi-sepoi amboi… anda bisa juga memancing sendiri dan memakan ikan hasil tangkapan anda sendiri. O iya , si empunya ini mengaku kalo warung seafoodnya buka 24 jam sehari.. so lumayan bukan buat menambah lokasi kuliner Tegal dan sekitarnya.