Archive for the ‘Kuliner’ Category

20
Nov

Teh + Poci = Teh Poci

   Posted by: arrie

Kalau di China ada tradisi minum teh dengan gelas keramik mungil sebagai tempat penyajiannya. Tegal juga punya tradisi itu, minum teh poci. Teh memang biasanya diseduh dengan poci, tapi yang ini khasnya teh poci di Tegal, teh kental diseduh di dalam poci tanah, dan cara meminumnya dituang dalam cangkir tanah. Biasanya tehnya dibuat pahit, dan diberi pemanis gula batu, mirip gula pasir, hanya saja kristalnya lebih besar, mirip bongkahan tawas. Rasa yang ditimbulkan akan beda dengan teh yang diseduh di poci logam atau plastik, atau diminum dengan cangkir keramik, atau pemanisnya gula pasir. Teh poci Tegal punya rasa yang unik, yaitu sepet, agak pahit dan kental.

Tehnya diproduksi di Tegal, meskipun bahan bakunya, yaitu pucuk-pucuk daun teh diimpor dari daerah lain. Produsennya ada banyak, antara lain : teh 2 Tang, teh Sosro, teh Tong Tji, dan teh Gopek. Teh itu biasanya dicampur dengan bahan-bahan lain, yaitu : gambir (yang biasanya untuk kinang), bunga melati, dan bahan lainnya. Untuk gulanya, tidak sulit didapat, karena di wilayah Tegal ada dua pabrik gula besar, yaitu PG. Jatibarang-Brebes, dan PG. Pangka-Slawi, sehingga gula batu lebih mudah diperoleh di pasaran. Pocinya sendiri sebetulnya bukan diproduksi di Tegal, yaitu impor dari sentra Poci di Purwareja Klampok Banjarnegara. Namun, di Tegal banyak yang menjual poci tanah tersebut, biasanya satu set berikut cangkir tanahnya.

Minuman teh ini biasanya banyak dikonsumsi di malam hari atau saat cuaca dingin, karena lebih nikmat disantap dalam keadaan panas. Namun, bagi yang belum terbiasa, jangan langsung menyeduh teh dengan tingkat kekentalan yang terlalu tinggi kemudian meminumnya, karena akan membuat kepala pusing, bahkan hingga mabuk.
Selamat minum teh poci…

24
Jul

Tahu Aci

   Posted by: arrie

Tahu aci biasa dikenal juga dengan sebutan tahu Slawi, tahu yang berasal dari Slawi-Kabupaten Tegal. Tapi orang Slawi sendiri tak ada yang memproduksi tahu, penjualnya pun jarang ditemui. Tahu ini diproduksi di daerah Banjaran-Adiwerna.

Tahu aci merupakan makanan berbahan dasar tahu kuning, yang ditambahkan adonan aci (kanji) yang telah dibumbui dan ditambah sedikit irisan daun kucai. Yang khas, tahu aci rasanya gurih. Uniknya, tahu aci dibuat dari tahu kuning persegi dengan sisi sekitar 7 cm, kemudian dipotong secara diagonal membentuk segitiga sama kaki. Bekas potongan tadi, ditempeli aci hingga penuh, kemudian digoreng dengan minyak goreng panas yang banyak, sehingga tahunya matang di semua sisi.

 Tahu aci itu konvensionalnya, sekarang sudah dimodifikasi, jadi tahu plethok, yaitu tahu yang salah satu permukannya dibalut aci, kemudian digoreng kering. Ada juga keripik tahu, yang dijual dalam kemasan plastik per kilogram.

Read the rest of this entry »

12
Jul

Bandeng Bakar Madu

   Posted by: wisnuwardhana

Kali ini saya mau bercerita tentang masakan sea food yang istimewa n ya ul banget…. namanya bandeng bakar madu. Tempatnya tu kalo dari kota Tegal sekitar 20 menit ke arah Jakarta, yaitu tepatnya di kawasan pantai Randusanga di Brebes. Dari jalan raya brebes ke arah utara sekitar 15 menit, tempatnya di kanan jalan, modelnya pake saung-saung gitu deh …

Di warung seafood bakar madu ini ternyata menyediakan berbagai macam jenis ikan, ada bawal, nila, kerapu ,kakap, n bandeng …. o iya ada juga udang dan semuanya itu bisa dibakar madu. mmmm…. udang yang besar besar di bakar dengan madu yang meresap ke dalam daging putihnya…. serasa maknyussssss…

Tempatnya pun aku rasa lumayan enak dengan saung saung dan angin pantai sepoi-sepoi amboi… anda bisa juga memancing sendiri dan memakan ikan hasil tangkapan anda sendiri. O iya , si empunya ini mengaku kalo warung seafoodnya buka 24 jam sehari.. so lumayan bukan buat menambah lokasi kuliner Tegal dan sekitarnya.

10
Jul

Soto Sedap Malam

   Posted by: arrie

Di Semarang ada Soto Bangkong, Sokaraja ada Soto Lama, Purwokerto ada Soto Jalan Bank, Tegal juga punya, Soto Sedap Malam. Jangan dulu berfikir bahwa soto ini hanya enak disantap pada malam hari, siang pun tidak kalah enaknya.

Soto ini hampir sama dengan soto lainnya, isinya : kecambah (kecambahnya mirip pohon kacang ijo, gede-gede), daun bawang irisan, brambang (bawang merah) goreng, bumbu dapur semacam garam, merica, dll., plus sambal.

 

Isi utama soto, bisa daging ayam, babat kambing, atau iso (usus) kambing. Yang khas, bumbunya ditambah tauco (ampas pembuatan kecap) yang rasanya gurih dan membuat kuah soto jadi terlihat tidak jernih. Di atasnya, ditaburi tulang ayam yang telah digoreng kering renyah.
Per porsi dijual Rp 6.000, sudah sekalian nasi/lontong. Penyajiannya dengan mangkuk kecil a la china. Berhubung tempat penyajiannya kecil, maka terlihat semangkuk penuh.

Penjual soto ini banyak di daerah Talang, yang asli Pak Daan Jenggot, yang warungnya bersebelahan dengan rumah tua, barat jalan. Di sebelah selatan Pak Daan ada warung soto milik anaknya Pak Daan. Di sebelah selatannya lagi ada warung soto milik mantan pegawainya Pak Daan yang membuka warung sendiri. Ada warung soto Pak Amir, di seberangnya Pak Jenggot, timur jalan. Di timur kawedanan Adiwerna juga ada. Ada lagi di sebelah selatan perempatan Slawi Pos, di timur jalan.