Archive for the ‘Opini’ Category

23
Oct

Pilkada Tegal, Keinginan dan Harapan

   Posted by: kanghasan Tags: , , ,

Dua hari menjelang peringatan ke 80 Sumpah Pemuda kelak, tepatnya 26 Oktober 2008, dua wilayah yang menyandang predikat Tegal (Kota Tegal dan Kabupaten Tegal) serentak menyelenggarakan Pemilihan Kepala Daerah. Jauh-jauh hari, hingar bingar pesta demokrasi itu sudah bergemuruh seiring dengan bereskalasinya suhu serta dinamika politik di wilayah yang membentang antara Laut Jawa hingga lereng Gunung Slamet ini. Ini adalah kali pertama penyelenggaraan PIlkada yang dilaksanakan secara langsung, setelah sebelumnya para kepala daerah tersebut ‘dipilihkan’ oleh para anggota legislatif daerah. Kebetulan, pemilihan dilaksanakan dalam suasana dunia yang tengah gagap menghadapi krisis keuangan yang dipicu ambruknya institusi keuangan di Amerika sana. Tentu saja terlalu jauh untuk meletakkan kondisi Tegal dalam barisan yang sejajar dengan pusaran krisis ini. Maka di sini kita akan melihatnya dalam konteks yang sangat lokal saja mengenai apa dan bagaimana harapan kita terhadap kandidat terpilih nantinya.

Namun sebelumnya, pertama sekali tentu saja kita berharap meningkatnya suhu politik di daerah ini tidak akan mengganggu semangat kebersamaan dan kekerabatan ‘wong tegal’ yang sudah kondang, jiwa gotong royong, blakasuta, dan etos kerja, dan suhu ini hanya mencapai puncaknya usai pelantikan. Setelah itu, ya kembali ke kesibukan masing-masing, ngasab.

Yang harus dicermati adalah, menurut saya, hendaknya siapapun yang kelak terpilih akan dapat membawa Tegal ke kancah persaingan dunia modern yang melek teknologi informasi, mampu menggali potensi lokal ke tingkat yang lebih tinggi sehingga Tegal dapat mengejar ketertinggalannya dari daerah lain. Selama ini, barangkali Tegal cukup puas hanya dengan trade mark Warteg sebagai simbol kegigihan dan kesuksesan kaum urban. Harus diakui, sumbangsih para pemilik dan pekerja warteg cukup besar dalam mendongkrak derajat perekonomian. Namun sejujurnyalah dalam konteks mewujudkan misi daerah, warga Tegal seharusnya bekerja menggali potensi daerah, mengembangkan asset lokal, tanpa harus (selalu) berbondong-bondong mendatangi kota-kota besar. Dan, bukankah kita bisa mengandalkan hal lain selain warteg? Read the rest of this entry »

22
Oct

Pesta Memilih Tegal 1

   Posted by: traju Tags: , ,

Dalam hitungan hari, masyarakat Kota&Kabupaten akan melaksanakan pesta demokrasi untuk menentukan pemimpin Tegal untuk lima tahun mendatang. Pelaksanaan Pilkada di kedua daerah itu dilaksanakan bersamaan pada tanggal 26 Oktober 2008.

Pilkada di Kabupaten Tegal menghadirkan empat pasangan, yaitu pasangan Agus Riyanto-Moch Hery Soelistiawan dari PDIP, Andhika Regalita-Dul Basir dari calon perseorangan, A Ghautsun-Abdul Fikri dari Golkar dan PKS, serta pasangan M Hamam-Dimyati dari PKB dan PAN.

Sementara Pilkada Kota Tegal diikuti lima pasangan, yaitu pasangan Mukti Agung Wibowo-Heru Gunawan dari calon perseorangan, M Basri Budi Utomo-Eliana Ayu Soraya dari PKB, Agil Riyanto Darmowiyoto-Harun Abdi Manaf dari koalisi Partai Perhimpunan Indonesia Baru (PPIB ) dan PAN, Ristanto-Kunharjanti S dari Golkar, dan pasangan Ikmal Jaya-Habib Ali Zaenal Abidin dari PDIP.

Segenap komponen masyarakat Tegal yang mempunyai hak pilih akan menyalurkan aspirasinya untuk memilih pemimpinnya sesuai hati nurani dan keyakinannya. Sebagai warga Tegal yang baik sudah seharusnya kita semua menyalurkan hak suara kita ke TPS terdekat, tapi untuk mereka yang berkeyakinan bahwa tidak memilih adalah juga sebuah pilihan hendaknya kita juga menghormati keyakinan mereka.

Pada dasarnya siapapun yang nantinya menjadi Tegal 1, anda adalah orang terpilih dari sekian juta penduduk tegal, jabatan yang ada di pundak Anda adalah sebuah AMANAT untuk membawa Tegal menjadi lebih baik di hari mendatang..Untuk semua pasangan calon Walikota dan Bupati serta pendukungnya belajar berpolitik yang santun, dewasa dan cerdas adalah modal awal menuju Tegal yang maju. Akhirnya mari kita berpesta…tapi eling kabeh sedulur, aja pada tawur, aja pada gelut aja pada anarkis…berpestalah dengan cerdas!!

Untuk para pembaca yang budiman silahkan Anda bisa memberi opini apa yang Anda inginkan dari sosok Tegal 1 (rule: bukan berupa dukungan untuk salah satu calon, menjelekkan/mengunggulkan salahsatu calon ataupun kampanye terselubung).

7
Apr

Randu Alas

   Posted by: sap Tags: ,

Dalam bahasa latin dikenal dengan istilah bommbax ceiba ada juga yang menyebutnya Bombax malabaricum tapi dari kecil saya mengenalnya dengan nama RANDU ALAS.

Pohon ini sebenarnya seperti umumnya pohon kapuk randu yang biasa dijadikan sebagai bahan untuk membuat kasur atau bantal. Read the rest of this entry »

14
Nov

Sosialisasi Blog di Tegal ?

   Posted by: bacteria

Sambil nyantap mendoan dan menikmati secangkir teh . Saya ingin sekedar bertanya , Apakah perlu adanya sosialisasi Teknologi Blog di Tegal ? Lantas bagaimana caranya . . . ?

Mas Traju , Dhana , Dwi , Ari Lan Jakwir-Jakwir yang lainya , ayo berpendapat !

Maaf nih , saya tidak memposting tulisan ini di forum dengan maksud biar lebih terbuka dan banyak yang menyumbang pendapat .  Terima kasih .

1
Sep

Jalan ke Guci payah, kemana Pemerintah?!?

   Posted by: traju

Dua hari kemarin aku barusaja mudik ke rumah, tragis memang, aku harus melewati jalan rusak itu berkali-kali, padahal aku biasanya mudik kerumah setiap sebulan sekali atau dua bulan sekali. Longsornya jalan menuju ke arah Guci, kecamatan Bumijawa dan kecamatan Bojong di sekitar Kalibakung-jembatan kali Gung sudah terjadi sejak awal Februari lalu. Kejadian tanah longsor , jalan ambrol dan jembatan putus memang sudah sering terjadi di daerah itu. Tetapi berbeda dengan kejadian-kejadian sebelumnya bila bencana itu terjadi, biasanya pemerintah dengan cepat merespon dan memperbaiki sarana yang rusak itu, tapi kali ini sungguh sangat berbeda, jalan yang rusak parah dan ambrol itu lama didiamkan dan cuman di timbun dengan sirtu (pasir batu) yang bersifat sementara dan terlihat asal urug saja.

post1.jpg

Bayangkan dari awal februari, sampe sekarang awal september (sekitar 7 bulan), transportasi dari dan menuju kecamatan Bojong, kecamatan Bumijawa dan Guci terganggu, berapa banyak kerugian yang harus ditanggung?!?. Bila dibandingkan dengan dana yang harus ditanggung pemerintah untuk memperbaiki sarana itu, mungkin sudah sebanding dengan kerugian yang diderita masyarakat karena rusaknya sarana tranportasi yang tidak kunjung diperbaiki itu. Seperti yang aku alami sendiri, sudah beberapa kali aku mudik karena aku harus mengadu nasib di semarang dan ketika aku pulang harus menemui jalan rusak itu lagi, sampe kapan motorku harus bergerilya dijalan yang ngga sepantesnya jalan menuju OW sekelas Guci?? Kenapa ngga cepet-cepet diperbaiki saja, biar kerugian masyarakat ngga terus bertambah, ngga tau atas pertimbangan apa sehingga pemerintah lambat untuk menyelesaikan masalah itu. Apakah maslah dana??!kalo iya, untuk apa pajak yang harus disetor tiap tahun, kemana pendapatan wisata Guci yang katanya terbersar di kabupaten Tegal untuk bidang wisata, kemana PAD (pendapatan asli daerah) lainnya??. Masa kabupaten Tegal yang besar ini dan kemarin baru merayakan ultahnyayang ke 406, ngga mampu memperbaiki kerusakan itu?! Padahal jalan itu merupakan jalan tercepat satu-satunya menuju wilayah kabupaten tegal di kaki Gunung Slamet itu dari Tegal, dan pariwisata ke Guci akan sangat terganggu bila jalan itu nga segera diperbaiki, serta biaya transportasi yang membumbung harus ditanggung masyarakat dari dan ke Bojong dan Bumijawa.

post2.jpg

Mungkin pemerintah perlu mengingat dan melaksanakan ajaran guru SD kita, yang mengajarkan bahwa bencana longsor, tanah ambrol dan banjir dapat dicegah dengan mengadakan reboisasi. Ketika pemerintah harus berulangkali melakukan pekerjaan yang sama untuk memperbaiki jalan itu karena longsor, kenapa ngga kepikiran untuk menceganya saja agar longsor itu tidak terjadi. Solusi kongkritnya sih pemerintah mewajibkan masyarakat pemilik lahan lahan di sekitar situ untuk menanam pohon sebagai sarana reboisasi, atau kalo itu dirasa berat oleh pemilik lahan, pemerintah bisa membeli lahan di sekitar jalan yang biasa longsor itu untuk kemudian dilakukan reboisasi.

Monggo warga Tegal beropini disini…