|
May 04, 2009
Bertambah lagi kebanggaan “Wong Tegal” terhadap daerah Tegal yang memang Laka-laka. Mulai minggu kemarin, tepatnya tanggal 03 Mei 2009 Pabrik Gula Pangkah yang berada di Kecamatan Pangkah, Kabupaten Tegal, secara resmi mengoperasikan kereta api antik untuk kegiatan wisata agro. PG Pangkah saat ini mengoleksi 7 buah kereta antik produksi Jerman. Empat buah diantaranya dibuat pada tahun 1927 dan masih menggunakan mesin tenaga uap. Wisata agro ini bertujuan untuk memperkenalkan industri gula kepada masyarakat. Sehingga masyarakat bisa mengetahui sejarah sampai proses pembuatan gula di PG Pangkah.
Kereta wisata agro PG Pangkah ini dioperasikan setiap hari sabtu dan minggu dengan tarif Rp. 4.500 untuk setiap penumpang. Selama musim giling tahun 2009 para wisatawan dapat menikmati sensasi kereta antik wisata agro di PG Pangkah. Semoga hal ini akan dapat membangkitkan industri pariwisata lainnya di daerah Tegal. (Arop)
May 03, 2009
Filed Under (Basa Tegal, Nyante) by irfanantono
Isuk-isuk karo medhang jagongan nang jogan ngarep umah, aku karo slonjor lingak-linguk ndeleng motor pada sliwar-sliwer nang dalanan. Wit pelem ngarep umah sing wis mrendot katone wis bosen pirang-pirang taun kiye laka sing mbabadi, godong-godonge pada tiba nang dalan sebab wite wis njorok mana. Seolah ngerasa berdosa sebab ngotori jalan umum, isuk-isuk si wit pelem wis ngejak angin goyang bareng ben godong pada protol. Ndean ta si wit pelem mbatin ngene, “Ah, ben sing nduwe umah weruh angger godonge aku ngotori dalan”. ndean ta kaya kuwe. Ora ketinggalan, bojoku teka terus njagong ngancani njajal ngeling-eling jaman mbiyen pas esih kuliah nang Jogja sing jare berhati nyaman. “Mas, sarapan riyin !”, jarene. “Wah, aku durung ngelih he de’..”, ujarku kaya kuwe. “Aku kelingan mbiyen pas nang Jogja de’, mangane sedina ping pindo, awan2 jam sepuluhan nembe sarapan, terus bar magrib nembe mangan maning, kuwe be angger ora puasa. Saiki, dhewek nang Tegal kayong boros nemen sedina mangan ping telu, malah kadang ping papat”, Ujarku kaya kuwe. “Tapi de’, aku mbiyen jan kangen terus pengin balik nang Tegal, mangan ping telu, panganane khas, tehe wangi, wah, pokoke Tegal Laka-laka ! Coba angger aku sida melu kowen, ora urip nang Tegal, wah, Read the rest of this entry »
April 13, 2009
Mobil GEA yang merupakan singkatan dari Gulirkan Energi Alternatif merupakan mobil nasional yang dikembangkan oleh PT. INKA (Industri Kereta Api) sejak tahun 2008. Awalnya mobil GEA menggunakan mesin dari Cina, tapi berhubung GEA merupakan mobil nasional maka PT. INKA menggunakan mesin lokal berkapasitas 500 CC buatan BPPT (Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi. Mobil GEA masih tahap pengujian oleh pihak yang terkait dan jika telah diproduksi rencananya akan dijual dikisaran 45-50 juta. Rencananya mesin lokal tersebut oleh BPPT akan diproduksi massal di daerah Tegal. Read the rest of this entry »
March 30, 2009
Ada calon ikon baru dari kabupaten Tegal, Kalo di dunia seni kita semua mengenal Ki Enthus “Dalang Mbeling” Susmono. Nah di tayangan The Master RCTI muncul sosok misterius dari magician kontestan acara tersebut. Pada tayangan The Master session kedua yang tayang setiap jum’at jam 21:30 ini terdapat penampilan Mr Limbad. Limbad tinggal hanya 200an meter dari tempat tinggal Pak Bhanu di Tegal. Tepatnya di desa Dukuhwringin kecamatan Slawi. Dan yang saya tahu, dia adalah magician yang dalam aksinya me”mutilasi” tubuh manusia dan mengembalikannya ke bentuk semula, seperti potong jari, tangan, bahkan leher. Bisnis pertunjukan Magic-nya sering berkeliling ke pelosok negeri mengikuti keramaian seperti Pasar malam, pameran pembangunan, dsb. Bahkan Angger, sang adik ipar bahkan kerap ngamen sulap di jalan Malioboro Jogja.
March 26, 2009
Di daerah wisata seperti di OW. Guci Kabupaen Tegal yang berhawa sejuk pasti punya daya tarik tersendiri yang membuat para pengujung ketagihan. Apalagi didukung dengan sarana infrastruktur yang cukup memadai seperti jalan menuju lokasi yang cukup lebar dan beraspal halus, penginapan terjangkau, kolam renang air panas, panggung hiburan, tempat ibadah, dan tak ketinggalan hampir semua sinyal provider penyedia layanan komunikasi juga sudah tersedia, semakin menambah kenyamanan bagi wisatawan. Daya tarik Guci sebagai obyek wisata yaitu keindahan alam yang mempesona, sumber air panas sepanjang tahun, hawa sejuk dan udara segar yang sekarang susah didapatkan di kota besar. Tidak hanya itu, bagi para pecinta kegiatan di alam bebas adanya fasilitas bumi perkemahan, arena outbond serta jalur pendakian gunung Slamet, Guci merupakan surga untuk menyalurkan hobinya.
Tak lengkap rasanya jika sebuah obyek wisata tanpa adanya oleh-oleh dan makanan yang khas. Di Guci oleh-oleh yang biasa diburu para wisatawan adalah hasil pertanian dan perkebunan yang masih segar, seperti sayur-sayuran dan buah-buahan yang biasanya baru dipetik dari pohonya, bahkan ada juga kebun strawberry yang memanjakan pengunjungnya dengan memetik sendiri buah strawberry dari kebun. Anda juga bisa membeli berbagai souvenir kerajian tangan, kaos/baju bertuliskan Guci, dan pernak-pernik aksesoris cantik. Selain itu ada juga jajanan biasa dijadikan buah tangan seperti manisan papaya, manisan ciremai, keripik bayam, peyek, intip goreng dan masih banyak lagi yang lainnya. Selain itu makanan khas daerah hawa dingin seperti bakso, mie ayam, jagung baker/rebus juga tersedia, ada juga sate kambing khas Tegal terkenal empuk itu.
Satu lagi yang selalu membuat ketagihan sewaktu berkunjung ke Guci yaitu LONTEWANCENG, eitssss jangan ngeres dulu mendengar kosakata itu, mau tau nahh ini dia….
March 16, 2009
Filed Under (Komunitas) by irfanantono
Jogjakarta (16/3). Pada minggu 15 Maret 2009 di barat Lapangan Karang Kotagede Yogyakarta diadakan satu acara meriah oleh sekumpulan warga asli Tegal. Acara silaturahmi sekaligus peringatan maulid nabi ini diprakarsai oleh seorang pengusaha kuliner asal Mejasem bernama Pambudi Prih Januarso. Pria yang akrab dipanggil Pak Budi Brewok ini sengaja mengumpulkan sekitar 50-an orang asli Tegal untuk bersama-sama duduk merintis sebuah paguyuban yang mengayomi warga tegal yang berdomisili di Yogyakarta dan sekitarnya. Saat ini, komunitas yang telah ada antara lain Ikatan Keluarga Lebaksiu (IKL) yang mayoritas adalah penjual martabak, kemudian ada FOSTER atau Forum Santri Tegal Brebes, dan juga ada KAMASITTA atau Keluarga Mahasiswa Tegal Yogyakarta. Harapannya, nantinya dapat dibentuk Paguyuban Warga Tegal atau disingkat PAWARTA. Kegiatan merintis PAWARTA ini diisi oleh Drs. Subechi, MM alias KRT Joyohadiningrat. Beliau adalah seorang tokoh kelahiran Kesambi Tegal yang sempat menjabat sebagai wakil bupati kabupaten Gunung Kidul. Beliau menyampaikan pentingnya adanya suatu paguyuban yang mampu mengikat rasa persaudaraan wong Tegal. |
|